-->

Pengertian Konjungsi Korelatif, Karakteristik dan Contoh Kalimat Konjungsi Korelatif

 
Konjungsi korelatif

Pengertian Konjungsi Korelatif

Pada kesempatan kali ini, akan kita bahas penjelasan singkat tentang konjungsi korelatif. Sedangkan di pembahasan sebelumnya, kita sudah pelajari di artikel lain tentang konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif.  Lalu apa itu konjungsi korelatif?  Sebelum kita membahasnya lebih jauh, tentu kita harus tahu dulu apa itu konjungsi. Konjungsi adalah bentuk kata hubung atau kata sambung, sedangkan korelatif adalah hubungan. Jadi konjungsi korelatif adalah kata hubung yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa kalimat atau klausa.

Berkaitan dengan konjungsi korelatif, banyak pertanyaan yang sering muncul pada soal atau tugas-tugas sekoalah. Misalnya tentang;
  • Pengertian konjungsi!
  • Contoh konjungsi korelataif!
  • Sebutkan kalimat-kalimat yang mengandung konjungsi korelataif.
  • Kalimat mana yang mengandung konjungsi!
  • Buatlah contoh kalimat yang mengandung konjungsi korelatif.
  • Kalimat berikut yang mengandung konjungsi korelatif adalah!

Untuk mencari tahu jawabannya, kita mulai ke pembahasan. Konjungsi korelatif merupakan kata sambung yang digunakan untuk menghungkan dua klausa, dua kalimat atau lebih. Sehingga kalimat tersebut menjadi kalimat yang utuh. 

Karakteristik konjungsi korelatif


Karakteristik konjungsi korelatif adalah sebagai bentuk kata penghubung dari beberapa kalimat. Kalimat yang berupa klausa digabungkan menjadi satu kalimat yang padu. Selain itu, dalam konjungsi korelatif tidak hanya menekankan pada kalimat utama, tetapi pada kalimat-kalimat yang lain. Agar isi dari kalimat korelatif memiliki maksud yang jelas, tentu kata hubung yang diguanakan adalah kata hubung yang sesuai. Mengapa demikian? Karena kata hubung yang digunakan, sudah pasti saling menghubungkan antara kalimat satu dengan kalimat yang lain. Sehingga kalimat tersebut akan mudah dipahami oleh pembaca. Sebagai contoh kalimat yang mengandung konjungsi korelatif misalnya:

  • Gunanjar tidak hanya sebagai ketua karang taruna desa, melainkan juga sebagai pengurus karang taruna tingkat kabupaten.
  • Meskipun dia terlihat lapar, tetapi dia tetap semangat belajar.
  • Dia bukannya sedang tidur, melainkan sedang menonton televisi.

Dari contoh kalimat diatas terdapat konjungsi atau kata hubung tidak hanya dan kata melainkan, meskipun dan tetapi, bukannya dan melainkan. Bentuk klausa yang hubungkan dengan konjungsi sehingga menjadi kalimat yang utuh. Dalam satuan bahasa konjungsi korelatif di sebut juga istilah kalimat majemuk. 

Ciri-ciri konjungsi korelatif


  • Ditandai dengan adanya kata sambung
  • Dalam kalimat terdapat kata hubung yang kedudukannya sama
  • Memiliki susunan kalimat yang padu
  • Contoh konjungsi kerelatif kata Bukan hanya itu, dengan demikian, sehingga, melainkan

Hubungan konjungsi korelatif


Adapun hubungan antara konjungsi korelatif dengan kalimat yang lain sangat jelas terlihat apabila dan kalimat tersebut padan dan berterima ketika saat di ucapakn. Antara kata hanya itu, dengan demikian, maka dari itu, bukan hanya, melainkan, tetapi, namun dan lain sebagainya. Kata hubung ini dapat digunakan untuk menghungkan dengan kalimat yang lain. 

Konjungsi korelatif disebut  juga dengan istilah kalimat majemuk, dimana pada penyusunan kata terdapat pola kalimat yang sifatnya sama atau bertingkat. Dalam satuan sintaksis konjungsi korelatif sebagai penghubung klausa dan kalimat.

Manfaat konjungsi korelatif


Manfaat dari penggunanan konjungsi korelatif adalah untuk memudahkan kita dalam memahami bacaan. Selain itu, kita juga dapat mengetahi maksud yang terkandung dalam kalimat tersebut. Kata-kata buhung yang digunakan adalah yang memiliki kedudukan yang setera. Namun, apabila terdapat dua kalimat yang di gabungkan tanpa ada konjungsi yang tepat, tentu kalimat tersebut akan susah di pahami dan terkesan ambigu.

Jenis – jenis konjungsi korelatif


  • Untuk jenis konjungsi korelatif dapat kita lihat pada contoh berikut ini:
  • Kata hubung baik dan kata hubung maupun
  • Kata hubung tidak hanya dan kata hubung tetapi
  • Kata hubung  jangankan dan kata hubung pun
  • Kata hubung demikian dan kata hubung sehingga
  • Kata hubung tidak hanya dan kata hubung tetapi juga
  • Kata hubung baik dan kata hubung maupun 
  • Kata hubung bukan hanya dan kata hubung melainkan
  • Kata hubung demikian rupa dan kata hubung sehingga
  • Kata hubung karena dank kata hubung tetapi
  • Kata hubung entah dan kata hubung entah

Dari jenis konjungsi korelatif diatas, kita dapat mengetahui tentang bagaimana cara menggabungkan  dua kalimat atau klausa yang kedudukannya sederajat. Proses penyusunan atau pengagabungan pada kalimat dapat kita lihat dari contoh lain. 

Contoh kalimat yang mengandung konjungsi korelatif adalah sebagai berikut: 

Kata hubung meskipun dan kata hubung  tetapi

  • Meskipun sedang lapar, tetapi ia tetap berusaha bertahan.
  • Meskipun dia sebagai anak yatim piatu, tetapi dia punya cita-cita yang tinggi.
  • Meskipun Andi sedang sakit kepala, tetapi dia tetap berangkat ke sekolah.
  • Meskipun Anton selalu di ejek dan di tertawana, tetapi ia tetap sabar dan percaya diri.

Kata hubung jangankan dan kata hubung pun

  • Jangankan disuruh makan, di ajak masak pun tidak mau
  • Jangankan untuk beli baju, untuk makan pun kami tidak punya uang.
  • Jagankan membeli beras, membeli sayuran pun ia tidak sanggup.
  • Jangankan membeli mobil, membeli sepada pun dia tidak sanggup.

Kata hubung baik dan kata hubung maupun

  • Baik paman maupun bibi, mereka tetap bekerja keras.
  • Baik mobil maupun motor, harus sama-sama memperhatikan rambu-rambu lalu lintas.
  • Baik besar maupun kecil, barang itu tetap di masukkan ke dalam karung.
  • Baik Isah maupun Putri, mereka tetap kompak demi memenangkan lomba.
  • Baik jauh maupun dekat mereka tetap datang di waktu yang sama.

Kata hubung bukan dan kata hubung melainkan

  • Yang datang hari ini bukan Ibu, melainkan ayah dan nenek.
  • Barang itu bukan milikku, melainkan punya si Ahmad.
  • Hanphone itu memang bukan milikku, melainkan punya sahabatku Anis.
  • Aku bukan hanya ingin menjadi penulis saja, melainkan juga ingin menjadi pengusaha.
  • Bukan Bombon yang membanting gelas, melainkan Indra yang melakukannya.


Kata hubung entah dan kata hubung entah

  • Entah marah atau tidak, dia  tetap saja diam.
  • Entah benar atau salah, mereka sama-sama dihukum.
  • Entah untung atau rugi, dia tetap berusaha semaksimal mungkin.
  • Entah tulus atau tidak, mereka tetap percaya dengan omongan orang itu.
  • Orang itu menuduhku karena di kiran pencuri, padahal aku tidak tahu apa-apa.
  • Entah dia jera atau tidak, asalkan sudah di beri pelajaran tentu dia akan belajar lebih dewasa lagi.

Kata hubung bukannya dan kata hubung melainkan

  • Yusup, bukannya marah padamu, melainkan dia hanya ingin kamu menjadi orang yang percaya diri.
  • Ibu bukan hanya sebagai orang tua, melainkan juga sebagai sosok pahlawan yang luar biasa.
  • Tegar bukan hanya anak yang pintar saja, melainkan anak yang rajin membantu orang tua.
  • Pagi-pagi bukannya untuk belajar, melaikan bermain game online.
  • Ayah memaharahi Wahyu bukan karena ayah galak, tetapi memang ingin memberi pelajaran agar adik bisa lebih dewasa.

Demikian penjelasan singkat tentang kalimat dan konjungsi korelatif, pengertian konjungsi,  karakteristik konjungsi korelatif, manfaat konjungsi korelatif, ciri-ciri konjungsi korelatif, jenis konjungis korelataih,  dan contoh-contoh kalimat yang mengandung konjungsi korelatif. Semoga pembahasan ini bermanfaat. Terimakasih!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel