-->

Konjungsi Koordinatif dan Subordinatif Serta Contohnya

Konjungsi

Pernahkan kalian mendengar istilah konjungsi? Apa itu konjungsi? Apa manfaat konjungsi? Apakah kata termasuk bagian konjungsi? Lalu apa fungsi konjungsi? Apa saja jenis-jenis konjungsi dan contoh-contoh kalimatnya?. Tentu pertanyaan seperti ini yang sering kali kita cari jawabannya. Mengenai konjungsi, kali ini akan dibahas satu persatu. 

Dalam Bahasa Indonesia, istilah konjungsi sama hal nya dengan kata hubung atau kata sambung. Konjungsi adalah bentuk kata tugas yang digunakan untuk menghubungkan antar kata, frasa, klausa, kallimat maupun paragraf. Pengertian konjungsi sebagai kata hubung dalam kalimat.

Kedudukan konjungsi dalam satuan Bahasa sebagai bentuk kata yang penting untuk dijadikan kaidah penyusunan kalimat secara utuh. Kenapa? Karena peran konjungsi adalah sebagai kata hubung agar penyusunan kalimat menjadi jelas dan efektif. Beberapa fungsi dari konjungsi akan memudahkan kita dalam penyusunan kalimat yang utuh dan efektif. Misalnya pada saat kita membuat kalimat atau mengucapkan suatu hal tentu tanpa kita sadari bahwa kita menggunakan kata konjungsi sebagai penghubungnya.

Untuk gambaran contoh kata konjungsi misalnya kata “Ayah dan ibu sedang pergi ke Jakarta”. Dari kalimat tersebut terdapat kata dan yang kedudukannya sebagai kata hubung antara ayah dan ibu. Nah! Kalau misalnya, antara kata Ayah dan Ibu tidak terdapat kata hubung tentu pada kalimat tersebut terkesan tidak efektif dan janggal. “Ayah Ibu sedang pergi ke Jakarta”. Sudah jelas bukan, jika kalimat tersebut tidak terdapat kata hubung, maka susah untuk di cermati dan terlihat janggal.

Untuk contoh lain, misalnya penggunaan kata hubung dalam kalimat seperti kata atau, tetapi, karena, sehingga, kemudian. Masing – masing memiliki perbedaan kedudukan dalam proses penyusunan kalimat. Penggunakan konjungsi dalam kalimat yang utuh dapat di letakkan pada bagian awal kalimat, bagin tengah kalimat, dan juga dapat di letakkan pada bagian awal paragraf. 

Fungsi konjungsi 

  • Untuk memperjelas kalimat.
  • Untuk memudahkan penyusunan kalimat.
  • Untuk mengetahui kedudukan kata hubung dalam kalimat.
  • Konjungsi digunakan sebagai penghubung antar kata, kalimat, dan paragraf.
Berdasarkan kedudukannya, konjungsi dibedakan menjadi dua yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Masing – masing konjungsi ini memiliki perbedaan dalam pembentukan kalimat. 

Konjungsi koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah merupakan bentuk kata hubung yang kedudukannya sama atau sederajat. Dalam konjungsi koordinatif menunjukkan kata penghubung sebagai pernyataan dalam klausa maupun kalimat. Yang termasuk konjungsi koordinatif adalah kata hubung yang menyatakan: 

1. Penjumlahan

Adalah bentuk kata hubung yang menyatakan kesamaan dalam kedudukan. Konjungsi penjumlahan sangat berkaitan dengan bentuk penjumlahan. Misalnya kata yang digunakan adalah konjungsi dan, serta dan dengan. Contoh kalimat dalam konjungsi penjumlahan adalah sebagai berikut.

Konjungsi dan berhubungan dengan penjumlahan berkategori nomina (kata benda)
  • Paman dan bibi sedang pergi kepasar
  • Ibu ke warung membeli garam dan gula
Konjungsi dan berhubungan dengan verba (kata kerja)
  • Dia sedang membaca dan menulis
  • Pekerjaan wati mencuci baju dan mencuci piring 
Konjungsi dan berhubungan dengan ejektifa (kata sifat)
  • Bunga sangat rajin dan pandai
  • Lantai itu putih dan bersih
Konjugsi dan yang berhungan dengan bentuk pertentangan antara kata ajektifa yang menyatakan pertentangan . 
  • Tinggi dan besar pohon itu tetap saja di biarkan.
  • Besar dan kecil buah itu tetap saja di bawa.
Konjungsi dan yang berhubungan dengan kalimat majemuk subordinatif
  • Bapak mencuci mobil dan ibu mencuci pakaian
  • Wahyu belajar matematika dan Indah belajar fisika
Konjungsi dan apabila di gabungkan ke dalam dua buah kata, maka posisi konjungsi dan terletak pada bagian dua kata yang terakhir. Contoh:
  • Kakak, adik, paman dan bibi akan pergi kerumah nenek.
  • Bude ke pasar membeli jeruk, apel, mangga dan semangka.
Apabila konjungsi dan terdapat pada klausa yang digabungkan lebih dari satu. Maka konjungsi dan hanya menempatkan diantara dua klausa bagian terakhir. Contoh:
  • Ibnu pergi ke Solo, Iwan pergi Jakarta, dan Budi pergi ke Bandung,
  • Saya sedang makan, ibu sedang memasak, dan kakak sedang menonton televise.
Untuk konjungsi dan tidak dapat di letakkan pada bagian awal kalimat. Contoh: 
  • Dan paman ibu sedang kerumah nenenk (salah)
  • Dan kakak sedang membaca buku di ruang depan. (salah)
Konjungsi serta digunakan untuk menyatakan hubungan penjumlahan yang didalamnya terdapat dua buah kata atau lebih yang salah satunya adalah sebagai pengganti. Contoh: 
  • Ayah pergi kepasar sedang membeli sabit, cangkul, serta obat rumput.
  • Isman mempunyai ayam, kambing serta kerbau.
  • Doni adalah anak yang rajin, suka membantu, serta selalu disiplin waktu.
Konjungsi dengan digunakan untuk menyatakan sebuah buhungan penjumlahan antara dua buah kata yang berkategori nomina (kata benda) sebagai bentuk subjek. Contoh:
  • Paman dengan bibi pergi ke rumah nenek.
  • Ayah dengan ibu berada di teras rumah.
Sebenarnya untuk kata hubung i dengan lebih baik di jadikan sebagai preposisi, bukan sebagai konjungsi.

2. Pemilihan kata

Konjungsi pemilihan merupakan bentuk kata hubung yang menyatakan pilihan yang di inginkan. Konjungi pilihan hanya berupa kata atau yang kedudukannya sebagai bentuk kata pilihan. Contoh:
  • Nama laki-laki itu Ikbal atau Iksan.
  • Apakah Wati atau Ayu yang kamu suka.
  • Jangakan melawan atau membantah dengan orang itu.
  • Silahkan saja kalau mau memberi kritikan atau memberi masukan.
  • Bagus atau tidak barang itu akan saya beli juga.
  • Apakah kamu bisa datang sekarang atau tidak.
  • Yang dibutuhkan sekarang laki-laki atau perempuan. 

3. Pertentangan

Konjungsi pertentangan merupakan salah satu konjungsi yang berisi tentang sebuah pertentangan. Contoh konjungsi pertentangan adalah kata tetapi, namun, sedangkan, dan sebaiknya.

Tetapi 

Konjungsi tetapi terdapat dua buah kata atau yang termasuk dalam kata ajektifa (kata sifat) yang terdapat pada satu klausa. Contoh:
  • Agus adalah siswa yang pemalas, tetapi pintar.
  • Dia memang baik, tetapi suka tidur.
Diantara kata yang merujuk kedalam bentuk identitas yang sama
  • Pak irsam memang baik, tetapi sedikit galak
  • Bapak itu memang kaya, tetapi suka marah-marah.

Namun

Konjungsi namun digunakan sebagai kata utuk menyatakan hubungan pertentangan.  Contoh:
  • Sejak kecil, anak itu bersama dengan keluarga kami. Namun, setelah besar seolah  lupa dengan keluagaku.
  • Meskipun dia sebenarnya sedang marah, namun hatikan akan terbuka memaafkan ku.
Dalam kontek konjungsi namun sebenarnya berkaitan dengan konjungsi tetapi. Sebagai bentuk perbedaan pada konjungsi tetapi tidak boleh di letakkan pada bagian awal kalimat atau awal paragraf.

Sedangkan 

Konjungsi sedangkan digunakan untuk menyatakan pertentangan antara dua buah klausa atau lebih dalam satu kalimat. Contoh:
  • Ada lima orang sedang mencuri barang elektroni di toko milik Wahyu, sedangkan yang dua orang sedang menunggu di depan toko.
  • Sebuah motor melaju dengan sangat kenjang, sedangkan kendaraan motor lain melaju dengan pelan.

Sebaliknya

Konjungsi sebaliknya digunakan untuk menyatakan pertentangan antar dua buah klausa. Contoh:
  • Para pendaftar dari tingkat SMA yang tidak lulus ujian ke perguruan tinggi, sebaiknya cari sekolah yagn lain.
  • Para pedagang itu bukan untuk di usir begitu saja, sebaiknya di arahkan yang benar sesuai dengan ketentuan yang sudah berlaku.

4. Pembetulan

Konjungsi pembetulan merupakan salah satu kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan kata yang tujuannya adalah untuk melakukan pembetulan atau perbaikan sebagai bentuk ralat kata. Kata dalam konjungsi pembetulan berupa kata melainkan dan hanya. Contoh:
  • Bukan orang itu yang akan datang ke sini, melainkan temannya.
  • Saya bukan untuk mengejek anda, melainkan memberi saran dan masukan yang baik.
Pada bentuk konjungsi melainkan dapat diubah menjadi konjungsi tetapi. Sedangkan untuk konjungsi hanya digunakan untuk menghungkan antar kata yang pertama berisi pernyataan postif sedangkan yang kedua berisi kata untuk membenarkannya, atau melakukan pembetulan.

5. Penegasan 

Konjungsi penegasan merupakan salah satu konjungsi yang menyaatakn penegasan atau penguatan. Konjungsi ini di tandai dengan adanya kata hubung bahkan, malah, lagipula, apalagi, dan jangankan. Contoh: 

Bahkan

Konjungsi bahkan digunakan untuk menghubungkan dua buah klausa dalam satu kalimat.
  • Agung terkenal sebagai anak yang bandel, bahkan teman akrabnya saja selalu dimarahinya.
  • Ternyata dia terkenal sebagai oragn yang kikir, bahkan keluarganya saja tidak pernah di beri uang.

Apalagi 

Konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan dan menyatakan penegasan diantara klausa. Pada kalimat pertama memberi pernyataan, sedangkan kalimat kedua memberi penegasan. Contoh:
  • Indah terkenal suka ngomongin orang, apalagi kalau bareng dengan teman lainnya.
  • Suasanana di puncak sangatlah dingin, apalagi pada pagi hari.

Lagi pula

Konjungsi yang digunakan untuk menyatakan hubungan penegasan sebagai alasan yang kuat dari sebuah pernyataan. Contoh:
  • Saya suka makan di warung itu karena masakannya yang enak; harganya yang murah; lagi pula pelayannya sangat ramah sekali.
  • Kita jangan dulu berangkat. Lebih baik, kita sarapan dan minum teh dulu, lagi pula guru di jam pertama masih kosong.

Hanya

Konjungsi yang digunakan untuk menyatakan penegasan pada awal klausa. Contoh:
  • Ia tidak mengis, hanya meneteskan air mata
  • Janu tidak lapar, hanya perutnya saja yang berbunyi.

Itupun

Konjungsi yang digunakan untuk sebagai penghubung setiap kata denan meletakkan pada awal klausa.
  • Hanya dengan uang Rp. 5000 rupih kita dapat membeli sabun dan pasta gigi.
  • Dari 50 siswa yang mengikuti ujian, hanya 25 yang dinyatakan lulus.

6. Pembatasan

Konjungsi pembatasan merupakan sebuah konjungsi yang menghubungkan pembatasan. Konjungsi ini adalah kata kecuali dan bahkan. Contoh:
  • Besok saya pasti datang ke rumah untuk menemuimu, kecuali kalau dia jangan ada di rumah.
  • Semua barang itu sangat mahal, kecuali barang bekas itu.

7. Pengurutan

Konjungsi pengurutan merupakan bentuk konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan dalam klausa dengan urutan dari beberapa kejadiannya. Yang termasuk konjungsi ini adalah kata sesudah, sebelum, selanjutnya, setelah itu, pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Contoh:
  • Sebelum dia akan makan, dia akan membersihkan tangganya dulu dengan air.
  • Seseudah ia makan, ia bergegas berangkat bekerja.
  • Setelah acara selesai, selanjutnya para tamu di ajak untuk makan bersama.
  • Anak yang kedua bernama Intan

8. Penyamaan

Konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan penyamaan antara dua klausa dengan klausa yang lain. Yang termasuk dalam konjungsi pernyataan adalah kata yaitu, yakni, bahwa, adalah, ialah. Contoh: 

Adalah

Konjungsi ini digunakan untuk menghubungkan dua bagian kalimat yang pertama berupa wujud yang sama dengan bagian yang kedua. Contoh:
  • Jokowi adalah Bapak Presiden Republik Indonesia.
  • Manusia adalah mahkluk yang sempurna
  • Yang dimaksud dengan gas O2 adalah merupakan oksigen.
Untuk kata adalah yang berada pada bagian awal kalimat bukan termasuk dalam pengertian konjungsi, melainkan sebagai bentuk kata yang menjadi tumpangan.

Yaitu

Konjungsi yang menghubungkan dua buah kalimat yang memiliki maksud yang sama. Contoh:
  • Daftar urutan Bapak Kepala Desa Sumber Maju yaitu Bapak Indra lekmada, Joko susilo, Ridwan agung dan Salman taher.
  • Daerah yang terpadat penduduknya yaitu Jawa, Bali, Sulawesi, Jakarata

9. Penyimpulan

Merupakan konjungsi yang digunakan untuk menyimpulkan. Konjungsi ini terdiiri dari kata jadi, karena itu, oleh sebab itu, maka, maka itu, dengan demikian, dan dengan begitu. Contoh:
  • Semenjak kedua orang tuanya meninggal dunia, maka dia tinggal bersama dengan nenek.
  • Oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang baik harus ikut menjaga dan melestarikan cagar budaya.
  • Untuk medapatkan penghasilan yang melimpah, maka Danu rajin bekerja.
  • Sekarang ini banyak hutan yang ditebang secara illegal. Banyak pohon-pohon besar yang di ambil oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Padahal salah satu manfaat hutan adalah untuk mencegah bencana alam. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kelestarian hutan untuk masa depan.
Demikian penjelasan mengenai konjungsi koordinatif yang secara lengkap dengan contoh-contoh kalimatnya. 

Konjungsi subordinatif

Kemudian untuk konjungsi subordinatif adalah kata hubung yang kedudukannya tidak sederajat. Jadi konjungsi subordinatif adalah kebalikan dari konjunsi koordinatf. Dalam konjungsi koordinatif terdapat dua ketegori kata yang memiliki kedudukan sebagai atasan dan bawahan. Untuk lebih jelasnya tentang pembagian dari jenis konjungsi subordinatif adalah sebagai berikut:

1. Penyebapan

Merupakan bentuk kata hubung yang  biasa digunakan untuk menyatakan sebab. Pada konjungsi ini digunakan kata seperti sebab, karena

Karena 

Konjungsi karena digunakan untuk menyatakan sebab dan ditempatkan pada bagian awal klausa bawahan.  Contoh:
  • Wati berangkat terlambat karena tidak ada yang mengantar.
  • Karena tidak ada yang datang, saya langsung pulang.
  • Agung terpaksa berhenti sekolah, karena tidak ada biaya.

Sebab

Konjunsi sebab digunakan untuk menghubungkan sebuah pernyataan secara langsung. Contoh:

  • Hari ini banyak siswa yang terlambat, sebab jalan raya sedang macet.

  • Agung berhenti sekolah, sebab tidak mempunyai biaya untuk lanjut sekolah.

2. Persyaratan

Merupakan konjungsi yang menyatakan sebuah syarat utnuk keadaan sebagai bagian dari bentuk atau peristiwa yang sedang terjadi. Konjunsi pernyataan terdiri dari kata kalau, jika, jikalau, bila, apabila, bilamana. Contoh : 
  • Aku akan datang ke rumahmu kalau kamu berada di rumah.
  • Kalau ibu berangkat ke pasar, ayah juga berangkat ke kantor.
  • Winda akan pulang kerumah, kalau ada yang menjemputnya.

3. Tujuan 

Merupakan konjungsi yang menyatakan sebuah tujuan sebagai bentuk tidakan. Konjungsi tujuan dilakukan atas tindakan pada klausa pertaman. Konjungsi ini terdiri dari kata agar dan supaya. Contoh:
  • Agar mendapatkan nilai yang maksimal, tentu kita harus rajin belajar.
  • Ibu segera berobat kerumah sakit, agar penyakitnya cepat sembuh.

4. Penyungguhan

Merupakan konjungsi yang digunakan untuk memberikan penyuguhan terhadap hal atau peristiwa yang terjadi pada klausa pertama. Konjungsi ini terdiri terdiri dari kata meskipun, biarpun, walaupun, sungguhpun, sekalipun. Contoh :
  • Meskipun hujan, mereka tetap saja pergi.
  • Biarpun panas, ayah tetap saja bekerja.
  • Walaupun dalam keadaan lapar, aku tetap bertahan untuk pulang.

5. Kesewaktuan

Merupakan konjungsi yang menyatakan waktu berkaitan dengan peristiwa dan tindakan. Pada konjungsi ini di tandai dengan penggunakan kata ketika, tatkala, sewaktu, sebelum, sesudah, dan sehabis. Contoh: 
  • Paman datang, ketika ayah sedang mencuci motor.
  • Putri bermain, sedangkan tegar tertidur di halaman rumah.
  • Selagi aku masih kuat, ayah tetap saja menunggu.
  • Sewaktu aku mengikuti tes, aku merasa yakin sekali.
  • Sebelum makan saya cuci tangan terlebih dahulu.

6. Pengakibatan 

Merupakan konjungsi yang menyakatakan akibat atas kejadian atau peristiwa sebagai tindakan yang terjadi akibat perubahan pada klausa. Konjungsi ini terdiri dari kata sampai, hingga, dan sehingga. Contoh: 
  • Penjambret itu di pukuli masa oleh warga, sampai babak belur.
  • Wawan harus pulang sampai sore hingga menjelang magrib.
  • Ayah membuat jebakan tikus dari bambu, sehingga dapat digunakan untuk menjerat tikus.
  • Setelah jebakan tikus itu di pasang, akibatnya tikus itu terjerat.

7. Perbandingan 

Merupakan konjungsi yang menyakan sebuah perbandingan tentang kejadian, peristiwa dan keadaan. Pada konjungsi perbandingan kata hubung yang digunakan adalah seperti, sebagai, laksana. Contoh:
  • Ayam itu makan dengan lahab, seperti ayam-ayam yang lain.
  • Cantiknya gadis itu, laksana bidadari yang turun dari langit.
  • Diambilnya uang itu, sebagai imbalan untuk bayar hutang.

Demikian penjelasan tentang konjungsi. Manfaat konjungsi, fungsi konjungsi dan jenis konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Masing-masing konjungsi dilengkapi dengan contoh kalimat. Semoga bermanfaat. Terimakasih! 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel