-->

Materi Teks Eksplanasi, Pengertian, Ciri, Jenis, Tujuan, Struktur, Kaidah, Langkah-Langkah Menulis Teks Eksplanasi

Fenomena eksplanasi

Pengertian 

Teks eksplansi merupakan sebuah teks yang isinya menjelaskan tentang  kejadian fenomena alam atau pun sosiokultural yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.  Setiap fenomena yang terjadi pasti berkaitan dengan sebab akibat dan tentu mengalami proses yang nantinya akan terjadi sebuah peristiwa. Oleh karena teks eksplanasi dapat memberikan suatu informasi penting kepada masyarakat berkaitan dengan peristiwa-peristiwa alam yang terjadi.

Semua fenomena tersebut memiliki hubungan sebab akibat dan memilik proses. Fenomena yang terjadi tersebut bukan hanya di rasakan dan di nikmati saja, tetapi juga harus di pelajari sebagai penambah pengetahuan.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi


  1. Memiliki struktur yang terdiri dari pernyataan umum, deretan penjelas, dan interprestasi
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta
  3. Bersifat informatif dan objektif
  4. Fakta tersebut bersifat ilmiah atau keilmuan
  5. Menjelaskan tentang kejadian alam dan sosiokultural
  6. Terdapat penjelasan tentang proses mengapa dan bagaimana


Jenis Teks Eksplanasi


Teks eksplanasi berkaitan dengan fenomena alam
Contohnya adalah tentang terjadinya tsunami, terjadinya hujan, gerhana bulan, gerhana matahari, gempa bumi, gunung meletus dan lain-lain.

Teks ekspalanasi berkaitan dengan sosiokultural
Contohnya adalah tentang kebudayaan, kerja bakti masyarakat dan kegiatan sosial sehari-hari lainnya.

Tujuan Teks Eksplanasi

  1. Untuk memberikan sebuah informasi secara jelas kepada masyarakat mengenai proses terjadinya fenomena alam.
  2. Memberitahu kepada masyarakat luas tentang tindakan apa yang harus dilakukan apabila fenomena alam terjadi.
  3. Untuk melestarikan keberagaman budaya yang ada dalam masyarakat tertentu.
  4. Untuk menambah ilmu pengetahuan tentang pentingnya.


Struktur Teks Eksplanasi


Pernyataan umum

Bagian ini berisi tentang sebuah pernyataan yang berkaitan dengan topik tertentu yang akan terjadi yang keberadaannya merupakan sebuah contoh dari fenomena.

Deretan penjelas

Deretan penjelas berisi tentang bagian yang menjelaskan secara detail mengenai proses terjadinya fenomena tersebut secara berurutan dari awal sampi akhir.

Interpretasi

Bagian interpretasi berisikan tentang kesimpulan atau pernyataan akhir mengenai topik atau proses yang di jelaskan.


Kaidah Kebahasaan Teks Ekspanasi


  1. Menggunakan konjungsi. Konjungsi adalah merupakan kata hubung atau kata sambung yang  di gunakan untuk menghubungkan antar kata atau kalimat. Seperti halnya contoh konjungsi dan, atau, namun, sehingga, selain itu, oleh  sebab, karena dan lain sebagainya.
  2. Menggunakan konjungsi kronologis (hubungan waktu), seperti kemudian, lalu, setelah itu, dan pada akhirnya.
  3. Menggunakan bahasa yang mudah di mengerti sesuai dengan penggunaan kaidah EYD.
  4. Menggunakan kata istilah ilmiah sebagai unsur serapan setiap bahasa asing yang sudah melalui serapan bahasa yang sesuai ketentuan.
  5. Menggunakan kata kerja material dan relasional (kata kerja aktif). Kata kerja material merupakan kata kerja yang menunjukkan aktivitas fisik yang dapat di lihat secara nyata. Contohnya menari, membaca, menulis, menyapu, mencangkul dan lain sebagainya. Sedangkan kata kerja relasional merupakan kata kerja yang lebih menekankan pada penghubung antara subjek dan pelengkap. Contohnya gtravitasi yang menyebabkan butir air terjun jatuh ke bumi.
  6. Menggunakan konjungsi waktu (temporal dan kausal) konjungsi waktu berfungsi untuk menjelaskan hubungan waktu dan peristiwa. Contohnya dengan menggunakan kata apabila, demi, sedari, seraya, setelah, semenjak, sesudah, tatkala dan lain sebagainya. Sedangkan konjungsi kausal menjelaskan bahwa peristiwa menjelaskan tentang peristiwa yang terjadi karena suatu sebab tertentu. Sebagai contoh dapat konjungsi kausal seperti kata sebab, karena, sebab itu, karena itu dan lain sebagainya.
  7. Menggunakan kalimat pasif. Kalimat pasif merupakan kalimat yang subjeknya di kenal suatu perbuatan atau aktivitas. Biasanya kalimat pasif di awali dengan awalan ter- atau di-.
  8. Menggunakan kata benda yang merujuk pada jenis fenomena, bukan pada kata ganti ceritanya. Kata ganti yang di maksud adalah misalnya berkaitan dengan kabupaten, burung, gerhana, kesenian daerah, dan perkembangan budaya-budaya.


Langkah-Langkah Untuk Menulis Teks Eksplanasi.


  1. Menentukan topik/tema.
  2. Menentukan tujuan.
  3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber.
  4. Menyusun kerangka karang teks eksplanasi
  5. Teks eksplanasi disusun sesuai dengan struktur bahasa dan ciri kebahasaan teks eksplanasi yang sering di gunakan. 
  6. Mengembangkan kerangka karangan menjadi teks eksplanasi secara utuh sesuai dengan struktur yang ada.






Demikian ulasan mengenai teks eksplani ,semoga bermanfaat. Terimakasih!!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel