Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Teks Tanggapan Kritis, Pengertian, Ciri, Tujuan, Manfaat, Struktur, Hal, Langkah, Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan

Teks tanggapan kritis

Pengertian 

Teks tanggapan kritis adalah merupakan sebuah teks yang berisi tentang pendapat, kritikan, komentar, sanggahan, dan pujian. Teks tanggapan  di berikan kepada orang lain terkait dengan pokok pembahasan yang sedang terjadi. Ada pun tanggapan yang diberikan harus di sertai dengan alasan, bukti, dan contoh yang kuat, guna untuk membuktikan  suatu kebenaran. 

Teks tanggapan kritis harus mencerminkan pendapat yang logis dan kritis, tidak memihak ke salah satu persoalan saja. Oleh karena itu, pendapat yang di kemukakan dalam setiap paragraf harus sesuai dengan fakta yang bisa di pertanggungjawabkan. 


Ciri-ciri teks tanggapan

  1. Berisi tentang tanggapan mengenai suatu peristiwa.
  2. Pokok pembahasan di dasarkan atas fakta.
  3. Menggunakan alasan yang tepat dan bersifat objektif.
  4. Terdapat kalimat pembuktian.
  5. Terdapat tiga struktur yaitu evaluasi, deskripsi teks, dan penegasan ulang.
  6. Bahasa yang di gunakan sangat kompleks.
  7. Menggunakan kata rujukan dan konjungsi.


Tujuan teks tanggapan kritis

  1. Untuk memberikan informasi mengenai data pendukung.
  2. Untuk memberi penilaian tentang hasil karya seseorang.
  3. Sebagai bahan perbaikan dan evaluasi.
  4. Untuk memberi penghargaan atau pujian kepada orang lain.


Manfaat teks tanggapan kritis adalah sebagai berikut

  1. Dapat mengetahui letak setiap persoalan.
  2. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
  3. Menjadi berani untuk berpendapat atau berkomentar.
  4. Menjadi tahu tentang letak kesalahannya.
  5. Untuk menemukan masalah yang sedang di hadapi.
  6. Dapat menyelesaikan dan mencari solusi yang berbaik.


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memberi tanggapan kritis kepada orang lain adalah sebagai berikut:

  1. Memberi kesempatan kepada orang lain untuk mencoba menjelaskan apa yang ingin disampaikan.
  2. Tidak memotong kalimat secara spontan mengenai penjelasan yang sedang di sampaikan.
  3. Menghargai setiap perbedaan pendapat, komentar dan kritikan.
  4. Tidak memaksakan orang lain untuk selalu menilai yang tidak baik.
  5. Bersikap bijak dalam memberi komentar dan pendapat.
  6. Mencoba menjelaskan sesuai dengan data dan bukti yang ada.


Struktur Teks Tanggapan Kritis

Dalam teks tanggapan memiliki tiga struktur yaitu bagian evaluasi, bagian deskripsi teks dan bagian penegasan ulang.

Bagian evaluasi

Bagian evaluasi merupakan bagian awal atau pembuka pada teks tanggapan yang berisi sebuah pernyataan seseorang mengenai permasalahan yang sedang terjadi. Bagian ini sebagai gambaran umum umum pendapat  yang akan di sampaikan oleh penulis dalam teks.

Bagian deskripsi teks

Bagian deskripsi teks adalah bagian yang berisikan tentang tafsiran pendapat atau komentar yang nantinya akan di je sampaikan berdasarkan dengan fakta yang mendukung. Adapun hal lain, yang berkaitan dengan pokok persoalan juga dapat berupa pujian. Hal ini di lakukan sebagai bentuk untuk dalam memberikan apresiasi kepada orang lain. Jadi deskripsi teks bisa berujung dengan memuji teks atau pun justru melemahkan pendapat.

Bagian penegasan ulang

Penegasan ulang merupakan bagian yang paling akhir yang berisikan tentang penegasan kembali tentang pokok permasalahan yang sedang terjadi. Permasalahan tersebut diharapkan dapat terselesaikan dengan harapan yang di inginkan atau di putuskan.  


Kebahasaan Teks Tanggapan  Kritis


Menggunakan bahasa yang tepat adalah merupakan bagian yang terpenting dalam melakukan tanggapan. Bahasa yang baik dan benar dan tidak menyinggung perasaan orang lain dapat memberikan penilaian terbaik untuk ke depannya. Setiap hasil karya, sudah pasti berbeda-beda satu sama lain. Dari segi penulisan dan penjabaran kalimat tentu menjadi ciri khusus masing-masing suatu teks. 

Adapun unsur kebahasaan teks tanggapan yang perlu di pahami adalah sebagai berikut:

Penggunaan kalimat kompleks

Di sini akan di jelaskan tentang penggunaan kalimat kompleks yang merupakan kalimat yang terdiri atas lebih dari satu struktur dan satu kata kerja atau verba. Kalimat kompleks terdiri dari satu aksi berupa predikat dan peristiwa. 

Dalam kalimat kompleks di bagi menjadi dua bagian yaitu Kalimat kompleks parataktik dan hipotaktik.

Kalimat kompleks parataktik

Kalimat kompleks parataktik adalah merupakan kalimat yang terdiri atas dua buah struktur yang memiliki kedudukan yang setara atau sejajar. Contohnya seperti kalimat yang ada di bawah ini:
  • Kemarau panjang adalah bagian dari fenomena alam ataukah gejala tidak turun hujan berkepanjangan.
  • Sebagian pedagang harus merelakan barang dagangannya yang terbakar dan ruko tempat mereka berjualan.

Kalimat kompleks hipotaktik

Kalimat kompleks hipotaktik merupakan kalimat kompleks yang memiliki dua struktur makna yang berbeda dan bersifat tidak setara atau bertingkat. Sebagai contoh kalimat ini dapat menggunakan kata apabila, jika, karena dan ketika.
Contohnya seperti pada kalimat dibawah ini:
  • Kebakaran tersebut terjadi karena korsleting listrik.
  • Apabila mereka tidak datang juga, maka kami akan menjemput paksa.
  • Jika seorang ingin sukses, maka kita harus bekerja keras  untuk terus berusaha.


Menggunakan kata hubung atau konjungsi

Kata hubung atau konjungsi merupakan kata tugas yang berfungsi untuk menghubungkan kalimat satu ke kalimat lain. Kata hubung di sebut juga dengan kata sambung atau yang lebih di kenal dengan sebutan konjungsi. Kata hubung bisa terletak pada antar kalimat atau antar paragraf. Sebagai contoh kata hubung seperti penggunaan kata dan, atau, akan tetapi, sehingga, setelah itu, dengan kemudian, oleh karena itu dan lain sebagainya. 

Kata rujukan

Kata rujukan adalah merupakan kata yang memberi penjelasan mengenai maksud dari kata sebelumnya. Kata rujukan di gunakan untuk merujuk ke pada kata lain, sebagai bentuk untuk memperkuat pernyataan dengan jelas dan tegas. Contoh kata rujukan sebagai berikut:
Telah terjadi kebakaran di beberapa provinsi di Indonesia. Seperti di Provinsi Kalimantan dan Sumatera tepatnya di Pekan Baru Riau. Di sana kebakaran tersebut telah memberi dampak negatif bagai masyarakat sekitar. 

Langkah-langkah dalam membuat teks tanggapan kritis adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan topik sebagai bahan awal.
  2. Mencari data yang mendukung.
  3. Menyesuaikan data pendukung dengan topik permasalahan.
  4. Membuat kerangka karangan sesuai dengan struktur.
  5. Melakukan pembahasan dengan seksama.
  6. Mengembangkan bentuk kerangka karangan menjadi karangan yang utuh.





Demikian ulasan mengenai teks tantangan, semoga bermanfaat. Terimakasih!!