-->

Kumpulan Contoh Teks Ulasan

Kumpulan contoh teks ulasan

Contoh Teks Ulasan

Ruangbelajarlc – Materi pelajaran bahasa indonesia kelas delapan semester genap tentang materi teks ulasan. Kalian harus tahu apa itu teks ulasan? Seperti yang sudah di sampaikan pada materi sebelumnya yaitu pengertian teks ulasan, struktur teks ulasan, langkah-langkah penyusunan teks ulasan. 

Teks ulasan adalah teks yang dibuat berdasarkan hasil analisa pada sebuah karya, buku fiksi dan non fiksi, benda atau lain sebagainya. Teks ulasan di lakukan sebagai bentuk penilaian apakah karya tersebut baik atau tidak, apakah karya tersebut layak atau tidak. 

Pada materi kali ini, saya akan memberikan materi singkat tentang contoh-contoh teks ulasan. Perlu di ingat bahwa tujuan utama pembuatan teks ulasan tidak hanya sebagai penilaian saja, tetapi juga sebagai dasar acuan untuk mengetahui kualitas suatu karya. 

Mengetahui kualitas suatu karya tentu tidak terlepas dari sebuah analisa. Tidak hanya sekedar mencari tahu tentang bagaimana karya sastra itu dibuat. Tetapi memang harus benar-benar melakukan tinjauan ulang secara mendalam akan karya yang akan di ulas. 

Mengenai hal ini, tentu teks ulasan memiliki banyak contoh yang dapat di jadikan objek untuk di ulas. Gambaran singkat mengenai teks ulasan adalah bagian dari hasil yang didapatkan berdasarkan tinjauan.

Untuk mencari contoh yang tepat yang dapat dijadikan bahan kajian sebagai analisis, tentu penting sebelumnya mengetahui jenis-jenis teks ulasan. Karena dengan mengetahui jenis teks ulasan, maka hasil karya yang nantinya akan di ulas akan membedakan setiap contoh yang ada.

Adapun jenis-jenis teks ulasan adalah sebagai berikut

  • Teks ulasan informatif
  • Teks ulasan deskriptif
  • Teks ulasan kritis

Dari ketiga jenis teks ulasan tersebut, maka akan memudahkan kita dalam membedakan contoh teks ulasan berdasarkan jenisnya. Contoh teks ulasan sangat bermanfaat untuk mengajak pembaca mengetahui kandungan dalam karya sastra.

Baca juga : Teks pidato persuasif

Meskipun banyak contoh-contoh yang dapat di jadikan sebagai objek untuk di ulas. Apa yang dapat kita amati secara langsung yang berupa benda dapat kita jadikan objek untuk membuat teks ulasan. Seperti alat tulis, alat elektronik, meja, kursi, lukisan, patung dan benda lain sebagainya.

Contoh teks ulasan yang termasuk dalam genre karya sastra seperti puisi, novel, cerpen, roman, dan karya seni berupa seni musik, seni tari, seni lukis, seni rupa dan lain sebagainya.

Tidak menunggu lama, sesuai dengan materi kali ini adalah tentang contoh-contoh teks ulasan pada karya buku fiksi dan non fiksi.


Contoh teks satu buku fiksi

Judul buku : Kumpulan Cerpen Sembilan Wartawan

Nama pengarang/penulis : Aba Mardjani, A.R. Loeibis, Djahar Muzakir, Djunaedi Tjunti Agus, Hendry Ch Bangun, Iman Handiman, Mahfudin Nigara, Maria Andriana, Wito Karyono

Penyunting : Djunaedi Tjunti Agus

Penerbit : Spirit Kimica Jakarta

Tahun terbit : 2012

Cetakan : Pertama

Tebal buku : 1,5 cm

Jumlah halaman : 231


Kumpulan cerpen sembilan wartawan adalah merupakan hasil karya cerpen dari Sembilan orang wartawan yang mendedikasikan hasil karyanya untuk dijadikan bahan bacaan. Kumpulan cerpen Sembilan wartawan memiliki isi bacaan yang sangat menarik.

Bagi sementara wartawan menulis cerpen menjadi kebutuhan batin. Kalau ditanya mengapa? Maka jawabannya adalah berbeda-beda. Bagi Aba Mardjani karyanya kerap dimuat di koran Kompas yang bergengsi, maka menulis cerpen sudah sama pentingnya melakukan tugas kewartawanannya yang digeluti sehari-hari.

Dia memang sudah puluhan tahun menulis cerpen, hampir sejalan dengan profesinya sebagai wartawan atau jurnalis. Bagi Djunaedi yang mulai terjun didunia sastra dalam lima tahun belakangan ini menulis cerpen menjadi kegairahan baru untuk mengisi waktu ruang batin.

Semua khayalan-khayalan gagasan, kritik tentang hidup yang selam ini dipendam, disalurkan setiap saat. Kalau dalam waktu satu minggu tidak menulis, bisa jadi kepalanya menjadi pusing.

Selain dari Djunaedi, buku kumpulan sembilan wartawan ini sebenarnya direncanakan terbit pada awal tahun 2013. Kira-kira setahun setelah buku ketiga. Tetapi ketika kemudian ad aide untuk melakukan percepatan karena bahan cerpennya sudah tersedia, maka tidak ada hambatan apapun untuk merealisasikan proses penerbitan.

Djunaedi kembali menjadi motor kegiatan, secara aktif melakukan koordinasi dengan para penulis lainnya untuk melakukan penyuntingan. Kreativitas wartawan di dunia sastra rupanya terus menggeliat. Buku di yang berjudul kumpulan cerpen sembilan wartawan adalah hasil dari penulisan yang luar biasa.

Motivasi yang muncul dalam penulisan buku ini adalah sebagai bentuk kecintaan akan dunia sastra. Bahkan lebih perspektif yang menjadi sublime, merupakan pertolongan nyata para wartawan senior Indonesia. Untuk menjaga dan melestarikan akan kepenulisan melalui cerpen masih tetap eksis di tengah-tengah keterbatasan media penyampaian.

Berbagai judul dan isi pada kumpulan cerpen Sembilan wartawan antara lain :

  • Aba Mardjani : Cas cis cus, Pesan terakhir ibu, Rambut, Es potong bang somad, Menanti adik baru
  • Abdul rohim loebis : Pintu kereta dan gigolo, Kawan lama, KM Temponas, Parmitu
  • Djahar muzakir : Dusta yang suci, Abi potong dong janggutnya.., Penantian, Sepenggal Drama, Bunuh diri
  • Djunaedi junta agus : Si bunian, Mei lie, Kekasih yang hilang, Pak kades seribu janji, Setelah 100 hari
  • Hendri CH Bangun : Malam kian beranjak, diantara serpihan malam, stasiun sebuah sketsa
  • Iman handiman : Belati, Dul mulek, Dhuuutt
  • Mahfudin nigara : Lelaki terbang, Duh siapakah aku sesungguhnya, pulang
  • Maria andriana : Cakap cicak metropolitan, Marry quyen, Love in side, Absollutly
  • Wito karyono : Perjuangan seorang pelamar kerja, penumpang yang terlambat selamat, nyaris kena tipu, tahun terakhir seorang kepala sekolah, anak baik harus mudik
  • Kumpulan cerpen Sembilan wartawan memiliki banyak manfaat untuk dijadikan bahan dalam rujukan belajar dan menggali potensi dalam penulisan sastra genre cerpen. 

Kesibukan sebagai seorang wartawan atau jurnalis tidak memutus semangat untuk mengembangkan potensi kepenulisan. Menulis bukan hanya sebagai penyalur kegelisahan jiwa dan pikiran atau gagasan subjektif yang mungkin dituangkan dalam bentuk berita di media masa. Tetapi sudah menjadi semacam dorongan hati untuk kemarahan dalam bentuk cerita. 

Di tengah serbuan media-media informasi yang sangat beragam, cerita-cerita yang disampaikan para wartawan senior dalam bentuk cerpen ini menjadi jalan tengah yang mengasikkan dan surat dari dorongan diri untuk terus berkarya.


Contoh dua buku fiksi

Judul buku : Tidur berbantal koran

Nama pengarang/penulis : N. Nursidi

Penerbit : PT. Elek media komputindo

Tahun terbit : 2013

Cetakan : Pertama

Tebal buku : 1,5 cm

Jumlah halaman : 243


Tidur Beralaskan Koran adalah judul buku penulis N. Nursidi yang meniatkan untuk menulis sejak lama. Tetapi karena kurang percaya diri pada N. Nursidi membuatnya mengurungkan niat untuk menulis.

Hingga suatu hari ia berkesempatan bertema dengan mas Cecep Romli yang sudah lama malang melintang di dunia tulis menulis dalam penerbitan buku ia membicarakan banyak hal yang belum di ketahui oleh N. Nursidi.

Dalam pertemuan tersebut iseng-iseng N. Nursidi menceritakan tentang sepenggal kalimat dalam cerita yang di tulisnya kepada mas Cecep Romli dan mendapat tanggapan baik darinya. Diluar dugagaan ternyata mas Cecep Romli menanggapi dengan serius dan akan membantu hasil karya N. Nursidi untuk dibuat dalam percetakan.

Namun dalam perjalanan waktu, N. Nursidi terjerumus ke dalam lumpur keraguan. Janji itu tidak mampu menyulut inspirasi untuk bergerak menulis. Setahun kemudian telah berlalu, N. Nursidi pun bergeming seperti memiliki tidak memiliki nyali, tidak punya hasrat yang kuat untuk dapat menulis. 

Keinginan itupun lama-kelamaan memudar, bahkan ia sempat lupa. Niat untuk mengurungkan pengalaman itu akhirnya mengendap dalam lorong waktu dan hanya terkenang dalam ingatan. Setelah menikah, ia berkeinginan untuk menulis buku memoar ini kembali berkelebat.

Dorongan semangat yang timbul dari seorang istri yang baik yang mendukung N. Nursidi untuk mencoba menulis apa yang sudah di simpannya sejak lama. Ia menceritakan sepenggal demi sepenggal kisah perjalanannya kepada istri tercinta. Dan akhirnya sang istri yang baik hati selalu mendukung dan menyemangati N. Nursidi.

Pada suatu hari N. Nursidi duduk di depan computer tiba-tiba tangannya menggerakkan jari diatas keyboard dengan hilai menulis kata demi kata hingga terangkailah cerita yang sangat menarik. Dalam kesempatan itu, N. Nursidi lalu melanjutkan apa yang ada dalam benak pikirannya untuk ditulis di layar computer. 

Tanggapan sambutan baik dari sang istri dan keluarga membuatnya semakin bergairah lagi dalam kepenulisan. Banyak hasil karya-karya yang telah di hasilkan oleh N. Nursidi yang diantaranya adalah kembali aku merajut mimpi, kandas kuliah, terjerumus di ujung gang, anak miskin kuliah ekonomi, berkenalan dengan buku, setelah membobol gudang, cobaan itu seperti datang tiba-tiba, di jalan, aku mengenal kehidupan, keluar dari kampus, lalu luliah di jalanan, hidup nomaden dengna sepeda onthel.

Selain dari karya tersebut, juga masih banyak lagi karya N. Nursidi yang semuanya adalah menyangkut tentang kehidupan dan perjalanan selama bertahun-tahun lamanya. 

Buku Tidur berbantal Koran 

Seorang remaja, meninggalkan kampong halamannya demi mengejar sebuah mimpi, dia ingin kuliah. Dalam cerita, dia ingin mengubah hidupnya yang lebih baik lagi. Tetapi, belum genap sebulan menjadi mahasiswa, ayahnya jatuh sakit dan tidak bisa mengirimi uang untuk biaya kuliah.

Akhirnya, demi mencukupi kebutuhan hidupnya, dia terpaksa berjualan Koran. Siapa sangka di jalanan dia justru mendapat banyak ilmu dan pengalaman hidup yang tidak pernah didapatkan sebelumnya di bangku kuliah. Dari situlah dia kemudian juga bermimpi ingin menjadi seorang penulis di Koran, meskipun juga tidak memiliki guru untuk membimbingnya belajar menulis. 

Atas semangat dan kerja keras, serta perjuangan yang tidak pernah kenal lelah dan putus asa akhirnya N. Nursidi menjadi seorang penulis berbakat yang memiliki banyak hasil karya. Berkat inilah, ia melanjutkan kuliah yang dulu pernah di tundanya. Ternyata mimpi akan merupakan kenyataan di tengah keterbatasan fasilitas untuk menulis.


Contoh tiga buku non fiksi

Judul buku : Keterampilan membaca

Nama pengarang/penulis : Dr. H. Dalman, M.Pd.

Penerbit : UM Lampung Press

Tahun terbit : 2011

Cetakan : Pertama

Tebal buku : 1.2 cm

Jumlah halaman : 193 halaman


Buku yang berjudul Keterampilan Membaca yang di terbitkan pada tahun 2011 oleh penerbit UM Lampung Press adalah karya dari penulis Dr. H. Dalman, M.Pd. yang saat ini masih aktif dalam sebagai dosen di beberapa universitas dan perguruan tinggi di provinsi lampung.

Buku keterampilan membaca memiliki banyak manfaat apabila kita benar-benar memahami dan menerapkan apa yang di tulis oleh Dr. H. Dalman, M.Pd. Buku ini menjelaskan tentang bagaimana kegiatan proses membaca dengan menggunakan teknik yang tepat. 

Membaca adalah kegiatan atau proses kognitif yang berupaya untuk menemukan berbagai informasi yang terdapat dalam tulisan. Membaca juga dapat dikatakan sebagai aktivitas yang kompleks dengan menggerakkan atau menggunakan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah, meliputi orang yang harus menggunakan pengertian dengan skemata pembaca.

Dalam kegiatan membaca, pada umumnya masih banyak pembaca yang belum mampu membaca dengan baik dan belum mengetahui dengan jelas cara membaca cepat dan bahkan mengukur kecepatan membaca.

Dalam buku keterampilan membaca penulis memaparkan konsep keterampilan membaca yang meliputi pengertian membaca, tujuan membaca, jenis membaca, tahapan membaca, minat baca, karakteristik untuk menambah wawasan bahan bacaan.

Selain itu juga, penulis memaparkan akan teknik yang digunakan dalam membaca yang berguna untuk memudahkan pembaca dalam memahami isi bacaan. Teknik yang digunakan dalam membaca adalah metode yang di kenal dengan istilah SQ3R. 

Penulis menyajikan model membaca terbaru yang sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan dalam mengetahui isi bacaan yang ditemukan oleh penulis dari hasil penelitian. Buku keterampilan membaca terdiri atas tujuh belas bagian yang berguna untuk memenuhi kebutuhan pembaca dari kalangan siswa sampai dengan mahasiswa dalam aspek keterampilan membaca. 

Materi dan penjelasan yang disampaikan oleh Dr. H. Dalman, M.Pd dalam buku ini merupakan hasil kajian bersama mahasiswa dalam mata kuliah keterampilan membaca. 


Demikian contoh singkat mengenai teks ulasan pada buku bacaan berupa fiksi dan non fiksi. Semoga bermanfaat. Terimakasih!




Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel