Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Ketentuan Kaidah Kebahasaan Teks Berita

7 Ketentuan kaidah kebahasaan teks berita


Kaidah Kebahasaan Teks Berita 

Beserta Contoh - Contohnya

Ruangbelajarlc  - Dalam memahami informasi dalam berita, terkadang kita sulit untuk memperoleh informasinya. Apa yang menjadi isi dari informasi berita sulit untuk didapatkan. Hal ini karena bahasa yang digunakan dalam membuat berita sulit untuk pahami. Padahal informasi dalam berita tersebut sangat kita butuhkan.

Nah! Untuk artikel kali ini, kami akan memberikan cakupan materi tentang kaidah kebahasaan yang ada dalam teks berita. Meski tidak semua berita yang kita baca memiliki kesamaan dalam kaidah, tetapi dengan mempelajari kaidah bahasa apa sajakah yang ada dalam teks berita akan memudahkan kita dalam menyaring informasinya.

Kaidah kebahasaan adalah kaidah bahasa yang digunakan untuk membuat sebuah kalimat yang baku dan efektif sesuai dengan ketentuan. Kaidah kebahasaan dalam teks berita berbeda dengan kaidah dalam penulisan cerita dalam sastra. Karena pada dasarnya berita itu bersifat aktual sesuai dengan fakta yang sebenarnya. 


Baca juga 


Kaidah Kebahasaan

Dalam membuat teks berita, selain mengetahui akan kaidah yang digunakan juga harus mengetahui langkah-langkah yang benar. Adapun ketentuan kaidah kebahasaan dalam teks berita adalah sebagai berikut :

1. Bahasa baku

Tahukah kalian apa itu bahasa baku? Bahasa baku merupakan aturan yang digunakan dalam membuat kalimat sesuai dengan standar atau ketentuan. Bahasa baku sebagai teks ragam formal yang memang memenuhi standar sebagai bahasa yang baik dan benar.

Contoh 

Bahasa baku 

  1. jenazah
  2. di antaranya
  3. tragis
  4. Rabu 


Bahasa tidak baku 

  1. jenasah
  2. diantaranya
  3. tragic
  4. Rebo


2. Kalimat langsung

Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang langsung diucapkan oleh pembicara kepada orang lain. Kalimat langsung disebut juga degan hasil dari kutipan pembicaraan seseorang persis seperti apa yang dikatakan. Pada kalimat langsung ditandai dengan adanya tanda petik dua (“ “).

Contoh 

  1. “Saya melihat si korban saat berusaha menyelamatkan diri dari bahaya kejaran anjing. Tapi, karena anjing itu terus mengejar membuat korban kelelahan dan di gigit langsung oleh anjing hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, “ kata salah satu warga.
  2. "Besok kita akan melaksanakan kerja bakti di masjid agung Bandar Asih. Diharapkan semua warga dan jamaah untuk membawa alat kerja yang dibutuhkan, ucap Pak Usman selaku kepada desa Bandar Agung.


3. Pemilihan kata atau diksi

Aspek kebahasaan yang sering muncul pada teks berita adalah berkaitan dengan diksi atau pilihan kata. Diksi sangat mempengaruhi persepsi pembaca. Dengan diksi yang baik, maka pembaca akan mudah dalam memahami informasi yang ada dalam berita. 

Kata-kata yang digunakan dalam membuat berita memiliki kesederhanaan yang lebih mudah untuk dimengerti. Selain itu, dalam pemilihan diksi dibuat dengan judul berita yang menarik pula. Sehingga pembaca akan merasa penasaran ingin membaca berita langsung.

Terkadang redaksi dalam menyusun kalimat dalam berita menggunakan bentuk kata yang lebih khusus guna memenuhi pikiran dari pembaca. 

Contoh

  1. menimbun
  2. menjarah
  3. kerusuhan
  4. mogok


4. Kata kerja (Verba)

Aspek kebahasaan berikutnya adalah tentang kata kerja atau verba. Kata kerja adalah merupakan kata yang berkaitan dengan aktivitas, proses, perbuatan atau lain sebagainya. Makna yang terkandung dalam kata kerja tentu berkaitan dengan upaya tertentu sebagai proses melakukan pekerjaan. 

Contoh

  1. Berlari
  2. Menangkap
  3. Mendorong
  4. Menendang
  5. Memaksa

Baca


5. Penggunaan Kata Keterangan Waktu

Kaidah kebahasaan ini menggunakan kata katerangan waktu. Dalam teks berita tentu tidak akan terlepas pada keterangan waktu. Karena keterangan waktu berfungsi untuk menjelaskan berbagai kejadian atau peristiwa dalam berita. Kata kerangan waktu diperlukan agar pembaca berita dapat memahami isi berita dengan mudah dan jelas. 

Selain itu, keterangan waktu menunjukkan bahwa informasi dalam berita benar-benar berdasarkan fakta yang benar. Sehingga pembaca semakin yakin dengan informasi yang ada dalam berita.


6. Penggunaan konjungsi (kata sambung)

Pada aspek ini, kaidah kebahasaan dalam teks berita berkaitan degan konjungsi. Konjungsi merupakan kata sambung atau kata hubung. Fungsi dari pada konjungsi adalah untuk menghubungkan kata dalam sebuah kalimat. 

Konjungsi juga digunakan untuk menghubungkan setiap paragraf dalam satu bacaan. Penggunaan konjungsi sebagai sarana berupa kata sambung. Untuk menyajikan rangkaian peristiwa atau kejadian secara urut, tentu penggunaan konjungsi sangat dibutuhkan. Sebagai contoh penggunaan konjungsi dalam satu kalimat dengan menggunakan kata

  1. Dan
  2. Tetapi
  3. Atau

Sedangkan untuk konjungsi yang digunakan antara kalimat satu dengan kalimat yang lain adalah dengan menggunakan kata

  1. Lalu
  2. bahwa
  3. Kemudian
  4. Sehingga
  5. Akan tetapi


7. Kronologis

Dalam informasi teks berita yang berkaitan dengan kejadian atau peristiwa, tentu isinya harus sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi. Informasi kejadian harus dibuat dengan urutan yang menjelaskan sebuah proses. Teks berita harus dapat membuat pembaca mengikuti apa yang sedang dibaca. 

Teks berita diceritakan berdasarkan kronologis. Pentingnya hal ini adalah pembaca saat memperoleh informasi dapat langsung diterima dengan jelas.


Demikian artikel tentang kaidah kebahasaan teks berita. Semoga bermanfaat. Terimakasih!